Kerajinan perak adalah salah satu kerajinan warisan budaya leluhur yang turun-temurun telah dilakukan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Kotagede, Yogyakarta.
Keberadaan pengrajin perak muncul seiring dengan lahirnya Kerajaan Mataram, dimana Kotagede merupakan kawasan bekas ibukota Kerajaan Mataram yang didirikan oleh Panembahan Senopati. Berkembangnya kerajinan perak Kotagede tidak lepas pula dari adanya Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang masuk ke Yogyakarta sekitar abad ke- 16. Pada saat itu, banyak pedagang VOC yang memesan peralatan rumah tangga dari emas, perak, tembaga dan kuningan ke penduduk sekitar Kotagede.

Sampai saat ini, masyarakat di kawasan Kotagede masih banyak yang berprofesi sebagai pengrajin. Beberapa diantara mereka berprofesi sebagai pengrajin emas, perak, tembaga, kuningan, tanduk dan masih banyak yang lainnya. Seiring berjalannya waktu, kerajinan perak menjadi produk yang paling diminati sehingga banyak pengrajin yang memilih untuk menjadi pengrajin perak dan dalam perkembangannya kerajinan perak menjadi ciri khas daerah Kotagede.
Kerajinan perak menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk Kotagede
Kios dan toko kerajinan perak di Kotagede dapat dengan mudah kita temui di sepanjang jalan di kawasan ini. Umumnya, para pengrajin memiliki showroom untuk memajang produk kerajinan perak mereka. Salah satu sentra showroom berada di Jalan Kemasan Kotagede, kawasan ini merupakan daerah strategis penjualan perak. Terdapat sekitar 40 showroom atau toko-toko kerajinan perak dalam skala kecil, menengah maupun besar.
Tidak hanya showroom di sepanjang jalan Kemasan saja yang dapat anda kunjungi, karena banyak pengrajin perak yang berlokasi di dalam perkampungan salah satunya ada di Kampung Basen. Kampung wisata ini memiliki banyak pengrajin perak dengan keanekaragaman kerajinan perak dan tentu saja jika anda membeli produk langsung ke pengrajin, harga yang lebih ekonomis bisa anda dapatkan. Kampung Wisata Basen terletak di RW 04, kelurahan Purbayan, Kotagede.


Bahan Baku Kerajinan Perak
Bahan baku kerajinan perak Kotagede ada 2 yaitu lembaran perak yang biasa disebut Gilapan dan benang-benang perak yang biasanya disebut Trap atau Filigran. Dalam setiap proses pembuatannya, ternyata tidak sepenuhnya berbahan dasar perak murni melainkan ada pencampuran dengan tembaga. Seratus persen perak dicampur dengan tembaga 7,5%. Sebab kalau perak murni terlalu lembek dan kurang kuat untuk dijadikan barang kerajinan, oleh karenanya dicampur tembaga sebagai pengerasnya.

Produk
Sedikitnya ada tiga jenis tipe produk yang dijual, yaitu :
- Perak buatan tangan (Handmade)
Kerajinan perak ini murni dibuat dengan tangan , tanpa mengandalkan mesin. Dari proses awal hingga akhir dikerjakan dengan tangan. Kerajinan inilah yang merupakan cikal bakal industri perak di Kotagede Yogyakarta dan bahkan sampai sekarangpun kerajinan perak di Kotagede masih didominasi kerajinan buatan tangan (handmade).
- Perak buatan mesin (Machinery)
Kerajinan perak dengan sistem produksi mesin juga merupakan sistem produksi massal seperti casting. Hanya saja di sini digunakan mesin sebagai ganti mesin casting.
Produk-produk yang dibuat dengan mesin biasanya adalah kalung dan gelang rantai. Sama halnya dengan mesin casting, mesin pembuat perhiasan ini harganya juga cukup mahal. Di Indonesia kerajinan perak yang dibuat dengan mesin banyak berasal dari Jawa Timur.
- Perak cetakan (Casting)
Akhir-akhir ini perak cetakan sering dijadikan alternatif produksi kerajinan perak. Terutama untuk permintaan produk dengan kuantitas besar dan waktu yang terbatas.
Sebenarnya sistem pembuatan perak cetak/casting ini ada beberapa tehnik. Dari yang menggunakan peralatan sederhana sampai penggunaan mesin casting sentrifugal yang lumayan mahal harganya. Dan biasanya produk perhiasan yang ada di pasaran dibuat dengan mesin casting sentrifugal.
Keunggulan
Pengrajin perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Perak kotagede merupakan souvenir yang sangat berharga dan koleksi yang bisa diwariskan antar generasi.
Harga
Harga jual kerajinan perak Kotagede bervariasi, mulai yang termurah bros rata-rata Rp 10 ribu, cincin perak mulai harga Rp 100 ribu, miniatur becak Rp 250 ribu, miniatur andhong Rp 200 ribu hingga miniatur kapal layar, perlengkapan makan, dan miniatur Candi Borobudur yang kesemuanya bisa mencapai harga hingga Rp 30 juta tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.
Sudah sewajarnya kita, sebagai generasi muda untuk mencintai dan ikut serta dalam melestarikan budaya kerajinan perak
Untuk mengetahui lebih jauh tentang kerajinan perak yang ada di Kampung Wisata Basen, anda bisa mengunjungi daftar lengkap pengrajin perak disini.

aku punya kalung perak 925 tiffany & co new york,,,tp cm yang dapet aja waktu jalan2 ke singapore..
lok da yang berminat bisa email…harga bs di nego…